Posted by: TandaMata BDG | March 2, 2008

Huruf

Huruf adalah bagian terkecil dari sebuah kata. Sedangkan kata adalah bagian terkecil dari sebuah gagasan. Sebuah gagasan yang baik dan telah tersusun lewat pemilihan kata yang menarik bisa saja berakhir sia-sia karena kegagalan dalam pemilihan huruf.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan Huruf

1. Legibility (Keterbacaan)

Legibility memiliki pengertian sebagai kualitas huruf pada naskah dalam tingkat kemudahannya untuk dibaca. Tingkat keterbacaan ini sangat tergantung pada tampilan bentuk fisik huruf (jenis/font), ukuran, panjang baris, spasi antar huruf, antar kata, antar baris, antar paragraf, dan penataan baris

  • Font
    • Serif atau Sanserif
  • Size
    • Bodytext antara 9 pt – 14 pt
    • Headline > 14 pt
  •  Length of the line
    • Minimum panjang baris satu susunan alphabet kecil, maksimum 2,5 susunan alphabet
    • Panjang baris dalam pica tidak lebih 3x ukuran huruf dalam point. Untuk huruf 10 pt panjang baris tidak lebih dari 30 pica
    • Panjang baris rata-rata minimum 5 kata, maksimum 12 kata
  • Spacing between the type, word, line, paragraph
    • Spasi antar huruf, kata, baris dan paragraph tidak boleh terlampau lebar
  • Alignment
    • Penataan baris rata kiri
      • Memiliki tingkat keterbacaan yang baik
      • Dianjurkan untuk naskah yang panjang
      • Terkesan dinamis tapi kurang rapih
    • Penataan baris rata kanan
      • Memiliki tingkat keterbacaan yang buruk
      • Tidak dianjurkan untuk naskah panjang
      • Terkesan dinamis
    • Penataan baris rata kiri kanan
      • Memiliki tingkat keterbacaan yang cukup baik terutama jika jarak antar kata tetap terkontrol dengan baik
      • Terkesan rapi tapi kurang dinamis
      • Dengan control yang baik, dianjurkan untuk naskah panjang
    • Penataan baris terpusat di tengah
      • Memiliki tingkat keterbacaan yang buruk
      • Tidak dianjurkan untuk naskah panjang
      • Terkesan statis

2. Approriatness (Kesesuaian)

Approriatness adalah kesesuaian antara tampilan bentuk huruf dengan isi pesan yang akan disampaikan. Yang perlu diingat bahwa selain berperan sebagi alat pembawa pesan, huruf sendiri mampu memuat pesan

3. Emphasis (Penekanan)

Setiap naskah terdiri dari beberapa bagian, misalnya Headline, Subheadline dan Body text. Pada body text terdapat judul item, paragraph, dst. Di dalam paragraf selalu ada bagian-bagian tertentu yang perlu mendapatkan perhatian lebih, misalnya istilah khusus, istilah asing, dsb. Bagian-bagian yang berbeda dan tertentu perlu mendapat-kan penonjolan agar perbedaan yang dimaksud dan hal yang patut diperhatikan tersebut dapat ditangkap oleh pembaca. Penonjolan tersebut dapat dilakukan dengan pilihan jenis/font, ukuran, ketebalan, kelebaran, kemiringan yang berbeda.

4. Harmony (Keselarasan)

Walaupun bebeberapa bagian perlu mendapatkan penonjolan dengan melakukan berbagai variasi, pemilihan huruf harus tetap selaras/harmonis. Oleh sebab itu penggunaan jenis/font yang terlalu beragam dalam suatu naskah tidak dianjurkan, tetapi pilihan variasi dalam satu family huruf dapat digunakan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: